Instalasi dan Penggunaan MongoDB pada Sistem Operasi Linux


MongoDB

MongoDB

Pada artikel sebelumnya, saya telah membahas tentang pengenalan MongoDB. Pada artikel ini saya akan bahas tentang cara instalasi MongoDB pada sistem operasi Linux dan cara penggunaannya seperti menampilkan dokumen, memasukkan dokumen, mengubah dokumen dan menghapus dokumen pada MongoDB.

Instalasi MongoDB

Jika Anda menggunakan Ubuntu versi 10.04 keatas, sebenarnya sudah ada MongoDB pada repositorinya, namun saya anjurkan untuk menginstallnya secara manual, kenapa? Karena kadang MongoDB yang ada direpositori itu tidak up2date dengan versi MongoDB yang ada. Sebelum menginstall MongoDB, unduh dulu program MongoDB nya di http://www.mongodb.org/downloads, pastikan versi yang paling baru yang diunduh.

Berbeda dengan aplikasi biasanya, untuk menginstall aplikasi MongoDB kita hanya perlu mengekstrak berkas yang telah kita unduh. Untuk Windows berkasnya berupa zip dan untuk Unix berupa tgz. Secara default ekstensi berkas tersebut sudah bisa langsung di ekstrak di sistem operasi Windows ataupun Linux yang terbaru saat ini. Ekstrak, seluruh isi berkas yang telah diunduh, misal saya mengekstraknya ke /home/echo/app/Database/MongoDB/.

Menjalankan MongoDB

Setelah Anda ekstrak seluruh berkas MongoDB, masuklah ke dalam direktori /home/echo/app/Database/MongoDB/bin/ melalui terminal. Sesuaikan dengan lokasi tempat beradanya berkas-berkas MongoDB.

Untuk menjalankan sistem MongoDB, kita dapat menggunakan berkas mongod yang terdapat pada direktori /home/echo/app/Database/MongoDB/bin/. Dan perlu diingat, saat kita menjalankan MongoDB, maka kita perlu menentukan lokasi berkas data tempat penyimpanan basis data. Kita dapat menentukan lokasinya dengan menambahkan parameter --bdpath=/lokasi/data/ pada saat mengeksekusi berkas mongod. Misal saya menjalankan sistem MongoDB nya dengan menggunakan perintah seperti ini :

./mongod --dbpath=/home/echo/app/Database/MongoDB/data/

Pastikan direktori dbpath sudah ada, jika belum ada, maka sistem MongoDB akan gagal jalan, hal ini dikarenakan MongoDB tidak dapat secara otomatis membuat direktori lokasi dbpath-nya. Setelah sistem MongoDB berjalan, jangan tutup terminal tersebut, karena jika terminal tersebut ditutup, maka sistem MongoDB nya pun akan terhenti.

Menjalankan MongoDB Client

Setelah sistem MongoDB berjalan, sekarang bagaimana cara memberi perintah ke sistem MongoDB tersebut, seperti menambah dokumen, mengubah dokumen, menghapus dokumen dan menampilkan dokumen yang ada. Sama seperti MySQL, MongoDB pun memiliki aplikasi client yang berbasis terminal yang dapat digunakan untuk memberi perintah ke sistem MongoDB itu sendiri. Perlu diingat, karena aplikasi client MongoDB ini berbasis terminal, jadi kita hanya dapat memasukkan data berupa teks, tidak berupa berkas binari seperti gambar, musik dan video.

Berkas yang digunakan untuk menjalankan aplikasi client MongoDB adalah berkas mongo yang ada pada direktori /home/echo/app/Database/MongoDB/bin/ . Untuk menjalankan aplikasi client tersebut, kita hanya perlu menggunakan perintah ./mongo pada terminal, maka otomatis aplikasi tersebut akan berjalan.

Menggunakan Database dan Collection

Sama seperti MySQL, untuk menambahkan data ke dalam basis data MongoDB, kita perlu menggunakan Database dan Collection. Collection hampir mirip dengan Tabel, namun bedanya, kita tidak perlu membuat struktur Collection. Tidak seperti Table yang harus dibuat dulu menggunakan perintah Create Table Blablabla.

Untuk menggunakan Database, kita dapat menggunakan perintah use namadatabase pada aplikasi client MongoDB. Kita tidak perlu membuat dahulu databasenya. MongoDB akan otomatis membuatkannya untuk kita. Misal jika saya menggunakan perintah use akademik, maka MongoDB akan otomatis menempatkan kita pada database akademik, database tidak akan langsung dibuat, database akan dibuat setelah kita menambahkan data, baru database akan dibuat.

Setelah menggunakan database, kita tidak perlu membuat Collection. Collection hanya akan digunakan saat kita melakukan proses manipulasi dokumen seperti menambah dokumen, menampilkan dokumen, mengubah dakumen dan menghapus dokumen.

Menambah Dokumen ke Collection

Untuk menambahkan dokumen ke dalam basis data MongoDB, kita hanya perlu menggunakan perintah db.namacollection.insert(dokumen), dimana namacollection adalah nama Collection yang akan kita gunakan. Misal kita akan menambah data mahasiswa ke dalam koleksi mahasiswa, maka kita menggunakan perintah db.mahasiswa.insert(dokumen), dimana dokumen adalah dokumen mahasiswa yang akan dimasukkan, format dokumennya harus JSON. Misal jika kita membutuhkan data, nim dan nama untuk mahasiswa, maka kita dapat menggunakan format dokumen seperti dibawah ini :

{
   "nim" : "10106031",
   "nama" : "Eko Kurniawan Khannedy"
}

Sehingga jika kita akan menambahkan data pada kode diatas, kita dapat menggunakan perintah seperti dibawah ini pada aplikasi client MongoDB :

db.mahasiswa.insert({
   "nim" : "10106031",
   "nama" : "Eko Kurniawan Khannedy"
})

Menampilkan Dokumen dalam Collection

Setelah menambahkan dokumen ke dalam basis data MongoDB, akan lebih afdol jika kita melihat hasilnya dengan cara menampilkan dokumen yang sudah ada. Untuk menampilkan dokumen yang ada dalam Collection kita dapat mengunakan perintah db.namacollection.find(), misal db.mahasiswa.find(), maka otomatis aplikasi client MongoDB akan menampilkan seluruh data yang ada dalam Collection mahasiswa.

Mengubah Dokumen pada Collection

Untuk mengubah data yang ada di Collection, kita dapat menggunakan perintah db.namakoleksi.update(kriteria, dokumenbaru), dimana kriteria merupakan dokumen yang akan kita ubah dan dokumenbaru adalah dokumen yang baru yang akan digunakan untuk mengubah dokumen lama. Misal kita akan mengubah nama mahasiswa dengan nim “10106031” menjadi “Tono Sumarno”, maka kita dapat menggunakan perintah seperti dibawah ini :

db.mahasiswa.update({
   "nim" : "10106031"
},
{
   "nim" : "10106031",
   "nama" : "Tono Sumarno"
})

Dengan perintah diatas, maka kita telah mengubah dokumen mahasiswa dengan nim “10106031” dengan dokumen mahasiswa baru.

Menghapus Dokumen dari Collection

Menghapus dokumen dari collection sangat lah mudah, kita dapat menggunakan perintah db.namacollection.remove(kriteria) untuk menghapus data berdasarkan kriteria tertentu, atau kita dapat menghapus seluruh dokumen dalam Collection dengan perintah db.namacollection.remove() tanpa menggunakan parameter. Misal jika kita akan menghapus mahasiswa dengan nim “10106031”, kita dapat menggunakan perintah :

db.mahasiswa.remove({
"nim" : "10106031"
})

Setelah perintah diatas dieksekusi, maka otomatis dokumen mahasiswa dengan nim “10106031” akan dihapus dari Collection.

Menghentikan MongoDB

Setelah menjalankan sistem MongoDB, mungkin suatu saat kita akan menhentikan sistem tersebut. Untuk menhentikan sistem MongoDB, maka kita dapat menutup terminal yang menjalankan MongoDB, tapi cara yang lebih baik adalah dengan menekan tombol CTRL + C. Maka otomatis sistem akan berhenti.

Iklan

4 pemikiran pada “Instalasi dan Penggunaan MongoDB pada Sistem Operasi Linux

  1. Ping balik: instalasi dan penggunaan mongodb pada sistem operasi linux | Pondok Programmer

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s