Kemarin sewaktu ke Toko Buku Gramedia, saya berniat membeli buku Al-Hikam, tapi di bagian depan Gramedia itu terpajang buku Sudah Benarkah Shalatku? karya Aam Amiruddin. Ketika dilihat-liat dalamnya ternyata menarik, walaupun setiap muslim pasti shalat dari sejak balig, tapi belum tentu shalatnya benar dan sempurna.
Sebenarnya saat dituliskan artikel ini, belum selesai membaca buku itu, baru sampai bab Mandi, dimana sebelumnya dibahas tentang Whudu dan Tayamum. Tapi ternyata baru 3 bab saja yang saya baca, ow.. ternyata banyak sekali kesalahan yang saya perbuat dalam pelaksanaan shalat. Berarti sudah mau 20 tahun shalat saya gak benar dan sempurna
Buku ini sangat saya anjurkan untuk dibaca! kenapa? Karena memang shalat harus benar dan sempurna. Saya kutip tulisan pada buku ini :
Keputusan Allah Swt. menyampaikan perintah shalat tanpa perantara menunjukan keistimewaan ibadah ini. Perhatikan keterangan berikut, “… dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah perbuatan-perbuatan keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar keutamaannya dari pada ibadah-ibadah yang lain. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Q.S Ak Ankabuut [29] : 45). Rasullullah Saw. bersabda, “Pokok segala sesuatu adalah Islam, tiangnya adalah shalat, dan puncaknya adalah jihad di jalan Allah.” (H.R. Muslim). “Jarak antara seseorang dan kekafirannya adalah meninggalkan shalat.” (H.R. Muslim)
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyuk, dari nafsu yang tidak pernah puas, dan dari doa yang tidak terkabul”
“Ya Allah, aku memohn curahan cinta-Mu dan kecintaan orang-orang yang mencintai-Mu. Ya Allah, jadikanlah kecintaan-ku kepada-Mu melebihi kecintaanku kepada diriku sendiri dan pada keluargaku”
“Amin yaa rabbal `alamiin”
