Iblis Menemui Rasulullah SAW


Bismillah

Bismillah

Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW di kediaman seorang sahabat Anshar, tiba-tiba terdengar panggilan seseorang dari luar rumah, “Wahai penghuni rumah, bolehkah aku masuk? Sebab kalian akan membutuhkanku.”

Rasulullah bersabda, “Tahukah kalian siapa yang memanggil?”

Kami menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.”

Beliau melanjutkan, “Itu Iblis, laknat Allah bersamanya.”

Umar bin Khattab berkata, “Ijinkan aku membunuhnya wahai Rasulullah”

Nabi menahannya, “Sabar wahai Umar, bukankah kamu tahu bahwa Allah memberinya kesempatan hingga hari kiamat? Lebih baik bukakan pintu untuknya, sebab dia telah diperintahkan oleh Allah untuk ini, pahamilah apa yang hendak ia katakan dan dengarkan dengan baik.” Lanjut membaca

Iblis aja Gentle!!!


tadi baru blogging, eh gak sengaja dapet kata-kata :

“Iblis aja gentle…”

merenung sejenak :D  iya juga y?  iblis berani mengakui kesalahannya menentang perintah Allah dan berani menanggung resiko untuk menghuni neraka :D

yang menjadi pertanyaannya? apa kita gentle? berani mengakui kesalahan? apa lebih rendah dari pada iblis? (lempar batu sembunyi tangan)

Buku Baru, Hasil Berburu Dari Islamic Book Fair di Landmark Convention Hall, Bandung


This slideshow requires JavaScript.

Tadi baru berburu buku-buku di Islamic Book Fair, mumpung lagi pameran buku, jadi berburu buku, supaya dapet banyak diskon :D Hahahaha…………….

Niatnya sih mau beli buku-buku Jalaluddin Rumi, tapi susahnya minta ampun :( Akhirnya tadi kecantol ama buku sejarah, tapi dituliskan dengan gaya Novel, jadi tidak membosankan, memang kreative tuh penulisnya :D , bukunya :

  1. Muhammad The Messenger
  2. Abu Bakar Ash Shidiq The Succestor
  3. Umar bin Al-Khatab The Concueror
  4. Ali bin Abi Thalib The Glorious

Katanya sih untuk buku Ali bin Abi Thalib itu ada jilid 2, hanya saja belum keluar :D Maklum ini buku timur tengah yang diterjemahkan :D Dan ini adalah buku Sejarah alias Kisah Nyata, walaupun gaya tulisannya seperti Novel :D

Hari-Hari Bersama Rumi


Buku ini sebenarnya sudah saya beli lebih dari 4 tahun yang lalu, waktu itu saya masih SMA. Buku ini berisikan syair-syair Sang Maestro Sufi Jalaluddin Rumi. Isinya sangat unik, terdapat 1 syair setiap harinya yang dapat kita renungkan selama 1 tahun penuh.

Hari Hari Bersama Rumi

Hari Hari Bersama Rumi

Buku ini saya anjurkan untuk dibaca bagi siapa saja yang ingin bertafakur, menyelami hikmah-hikmah dibalik syair-syair indah Jallaludin Rumi. Dibawah ini contoh syair-syairnya yang terdapat dalam buku ini :

Dengarkan, lidah, kau lah harta yang tiada pernah habis.
Dengarkan, lidah, kau lah penyakit tanpa obat.

Apa yang tampak adalah kulit luar, bijinya tersembunyi.

Waspadalah! Jangan terus mengatakan kata “esok.”
Banyak esok telah berlalu.
Bila engkau tidak hati-hati, masa untuk menanam akan berlalu.

Juallah kepandaianmu dan belilah kebingungan!

Gosoklah matamu! Itu bukan kalung mahal yang engkau kenakan. Itu adalah ular!

Bila engkau belum pernah melihat setan, lihatlah dirimu

Andai Al-Qur’an Dapat Bicara…


Baru saja dapet SMS, tapi entah dari siapa, mungkin teman, cuma nomor nya gak ada di contact, isinya kayak gini :

Andai Al-Qur’an bisa bicara, ia akan berkata, “Waktu kau masih anak-anak, kau bagai teman sejatiku, dengan wudhu kan sentuh aku, dalam keadaan suci kau pegang aku, kau baca dengan lirih dan keras. Sekarang kau telah dewasa, tampaknya kau sudah tidak berminat lagi padaku. Apakah aku bacaan usang? Yang tinggal sejarah? Sekarang kau simpan aku dengan rapi, kau biarkan aku sendiri. Aku menjadi kusam dalam lemari, berlapis debu, dimakan kutu. Ku mohon peganglah aku lagi, bacalah aku setiap hari, karena aku akan menjadi penerangmu dalam KUBURMU!!!

:D

“Ajaran-ajaran itu adalah susu dari puting jiwa. Ajaran-ajaran itu tidak akan mengalir deras tanpa engkau isap.”, Jallaludin Rumi.